Religion Actually

Published: 30th March 2010
Views: N/A
Ask About This Article Print Republish This Article
It is better we give time a moment to this self for fills substantial spirit, because already to fulfilled well our physical/body everyday. So now moment it mind turn and heart whom we fulfill, if really we still to felt human. I am sure if we still can to a moment give time so that we can wiseer and piety in life this. Every life form certain there final, so properly we can learn from times that already us pass, because only with our substantial result can save our good charity by provision aim alive more true that is hereafter. I want to remind to us all, be careful towards something that can be enemy for us, can through people, or also our self. Because proudest human character. And very careless easy for grateful to alive and die. The above is true advice short this. May can be benefit for us all. Every worship and Praise to the owner Predicate Status and Identity. Hence we still can sip air and Our resource actualization. Is not suitable when the creation being Has praise exceed it, improper likely when do we forget genesis We as human that already Him create to always serve to him In like also sorrow, in ease and difficulty, at moment difficult also glad, that be our consequence as the creature. How does funny when do we only grateful in situation and Condition always glad, like, appropriate our willing, because difficult and glad, difficult and easy be this life pair. Sometimes success, delight can be achieved via failure and difficulty, alive whom we experience, because benefit and disadvantage can come from God, even he is The Creator tests us often via both the things. So with that reason also advisable, try to be more 'wise, wise in posed transitory life and relative this, because when do we want to return in place proper (heaven) and get the permission, so don't ever forget life eschatological matters and don't trapped in this perishable world life game.


(INDONESIAN)

Ada baiknya kita memberi waktu sejenak kepada diri ini untuk mengisi substansial bathiniah, sebab telah terpenuhi dengan baik fisik/jasad kita sehari-hari. Maka kini saatnya giliran Aqal dan Qolbu yang kita penuhi, kalau memang kita masih merasa manusia.Saya yakin kalau kita masih bisa untuk sejenak memberikan waktu agar kita bisa lebih bijak dan takwa dalam hidup ini. Setiap bentuk kehidupan pasti ada akhirnya,maka sudah selayaknyalah kita bisa belajar dari masa-masa yang telah kita lewati,karena hanya dengan perolehan substansial kita bisa menabung amal baik kita demi bekal menuju hidup yang lebih hakiki yaitu akhirat Saya ingin mengingatkan kepada kita semua, hati-hatilah terhadap sesuatu yang bisa menjadi musuh bagi kita, bisa lewat orang lain, atau juga diri kita. sebab watak manusia sangat sombong.dan sangat mudah lalai untuk bersyukur terhadap hidup dan mati yang telah Dia tentukan. Segenap Puja dan Puji kepada Sang Pemilik Predikat Status dan Identitas. KarenaNyalah kita masih bisa menghirup udara dan meng-Aktualisasikan sumber daya kita. Tidaklah pantas bila makluk ciptaanNya memiliki Pujian melebihiNya, Taklah laik rasanya bila kita melupakan asal-usul kita sebagai manusia yang telah Dia cipta untuk senantiasa mengabdi padaNya dalam suka maupun duka, dalam kemudahan dan kesulitan, disaat susah maupun senang, itu sudah merupakan konsekwensi kita sebagai makhlukNya. Alangkah lucu bila kita hanya bersyukur dalam situasi dan kondisi yang selalu senang/suka, dan sesuai keinginan kita, karena susah dan senang, sulit dan mudah merupakan pasangan kehidupan ini. Terkadang keberhasilan, kesenangan bisa dicapai lewat kegagalan dan kesulitan, hidup yang kita jalani, karena manfaat dan mudharat bisa datang dariNya, bahkan Dia Sang pencipta menguji kita sering lewat kedua hal tersebut. Maka dengan alasan itu pula sebaiknya, cobalah untuk lebih 'arif/bijak dalam menyikapi kehidupan yang Fana dan Nisbi ini, Sebab bila kita ingin kembali pada tempat yang layak (Jannah) dan mendapat IzinNya, maka janganlah pernah melupakan kehidupan Ukhrowiah dan jangan terjebak dalam permainan kehidupan alam fana ini.


Author by Fardhie.

This article is free for republishing
Source: http://fardhiehantary.articlealley.com/religion-actually-1476704.html


Report this article Ask About This Article Print Republish This Article


Loading...
More to Explore
 


Ask a Professional Online Now
27 Experts are Online. Ask a Question, Get an Answer ASAP.
Type your question here...
Optional:
Select...